>

Trik Mencari Kerja di Kota Berkembang (Kota Sendiri)

Trik Mencari Kerja di Kota Berkembang (Kota Sendiri), ketika mencari kerja dikota besar dan ramai begitu sengit persainganya dan seiring dengan perkembangan tekologi, banyak perusahaan mengiklankan lowongan pekerjaan secara online sehingga peminatnyapun menjadi sangat banyak, namun tahukah anda dibalik itu semua ada triknya? oke check it out Jika anda berada pada suatu daerah yang notabone bukan kota besar seperti jakarta dan surabaya, biasanya lowongan pekerjaan dimuat dalam koran lokal ataupun website koran lokal, jika anda ingin sukses dikota sendiri dalam mencari pekerjaan, saran saya jika anda masih biru dalam mencari pekerjaan, cobala melamar diperusahaan yang besar sehingga anda akan tahu bagaimana suatu rekrutmen seharusnya bekerja, jika anda telah tahu dan telah familiar dengan soal tes rekrutmen namun masih gagal di kota besar, jangan sedih jangan berkecil hati karena bukannya anda itu payah, akan tetapi anda itu sudah masuk kualifikasi, namun ada yang lebih baik, itu aja sih Nah beda cerita jika anda berada dikota sendiri, jika anda telah sering ikut tes rekrutmen di kota besar, anda akan sangat enjoy dengan rekrutmen yang biasanya diikuti oleh 100an orang saja. 
Dan satuhal lagi, dikota berkembang biasanya tidak ada yang namanya iklan lowongan pekerjaan, anda cukup meletakkan lamaran pekerjaan pada perusahaan tersebut dengan posisi kosong dengan catatan berkas lamaran anda lengkap dan professional. 

Dan juga dikota sendiri biasanya juga tersedia iklan pekerjaan di situs pencari kerja seperti jobstreet dan jobsDB
Selengkapnya...

Pengalaman Tes PT. PJB

Saya akan berbagi pengalaman saya mengikuti tes yang diadakan oleh PT. PJB Services, pada saat itu saya mengikuti tahun 2016 januari - februari dimana diadakan di 3 kota besar, salah satunya Surabaya dan yang saya hitung, jumlah pesertanya pun sekitar 8200 orang pada tahap pertama untuk total 3 kota tersebut :D

Jika tahap administrasi selesai maka akan dihubungi oleh panitia untuk melakukan tes awal, yaitu Akademis dan Bahasa Inggris.

Tahap pertama ini, yakni tes Akademis berupa soal - soal perkuliahan sesuai dengan latar belakang jurusan anda, sedangkan untuk bahasa inggris mirip toefl soalnya, jadi saran saya pelajari tentang toefl dan jurusan anda untuk tes ini, pada tahap ini saya lolos :D

Tahap berikutnya yaitu psikotes dimana psikotes ditangani oleh LP3 Unair dimana berisikan soal psikotes rekayasa gambar, dan kepribadian, pauli/krepelin, menggambar orang dan pohon dan mengisi bio data. Tidak hanya disitu, selanjutnya adalah melakukan tes Focus Grup Discussion (FGD), kali ini kelompok saya berisikan 5 orang dengan mengangkat topik tentang kerusakan generator listrik yang terjadi pada suatu wilayah, pada topik ini kebetulan sekali kelompok saya sebelumnya membaca sebuah bocoran di kaskus tentang FGD yg telah terjadi pada kelompok awal, mereka mengatakan topik FGD mereka adalah tentang listrik 35000 MW, hal inilah yang mempengaruhi pola pikir kelompok saya sehingga jawaban yang kita hasilkan malah tentang listrik 35000MW yang jelas merupakan out of topic. Setelah FGD dilanjutkan dengan interveiw dengan psikolog, jika selesai bisa langsung pulang.

Setelah menunggu 3 minggu (lama amaaat), akhirnya pengumuman keluar, dari 8200 disaring menjadi 1000 orang untuk mengikuti tahap tes kesehatan dan cukup sedih rasanya saya tidak termasuk dari 1000 orang itu, hal ini cukup membuat rasa percaya diri saya jatuh untuk mengikuti tes rekrutmen besar seperti ini
Selengkapnya...

Makanan Enak Terminal Bungurasih



Di terminal bungurasih banyak sekali yang menjual makanan, mulai dari yang ringan hingga yang berat, akan tetapi harga dan kualitas tentu saja berbeda. Langsung saja disini saya akan mereview pengalaman saya pada tahun 2016 menjelajah warung makan enak terminal bungurasih.

Sebelumnya di bungurasih terbagi 3 lokasi tempat makan yang saya ketahui, yaitu tempat dalam terminal, dekat palang pintu mobil pribadi, dan kiri turun penumpang. Untuk yang pertama, yaitu tempat dalam terminal harganya relatif murah, berkisar 8000-10000 rupiah tanpa minum, hanya saja rasa yang ditawarkan tidak begitu menggugah selera menurut saya. Selanjutnya dekat palang pintu, untuk lauknya lumayan enak dan harganya berikisar 10000-12000 tanpa minum, akan tetapi ditempat ini nasinya kurang enak menurut saya. Dan terakhir adalah yang didekat penurunan penumpang, yakni disamping kiri bus damri, rasa yang ditawarkan bener bener enak dan sayapun menyukainya, hanya saja harga yang ditawarkan terbilang cukup mahal untuk makanan sejenis nasi campur, yakni 20000++. 
Sekian review dari saya, jika saya merekomendasikan, maka pilihan yang terakhir adalah pilihan yang lebih baik untuk menangani rasa lapar, namun jika mau lebih sabar akan lebih baik jika membeli diluar terminal.
Selengkapnya...